BERCERMIN PADA PENDIDIKAN PESANTREN

akhir-akhir ini negara Jndonesia tambah heboh dengan lahirnya sebuah perseteruan antara KPK dan Polri yang lebih dikenal dengan nama cicak dan buaya.

Kalau kita amati secara teliti, antara KPK dan Polri sama-sama penegak hukum, penegak hukum yang menjadi simbol atau lambang yang hendaknya selalu menampakkan wibawanya di mata masyarakat.

Selayaknya KPK dan Kapolri berembuk secara dewasa dalam menangani kasus-kasus yang terjadi di negri ini.

Kalauperseteruan cicak dan buaya ini semakin berlarut-larut tanpa adanya solusi maka bisa dipastikan rakyat yang akan menderita kerugian. sementara para koruptor semakin menari riang seraya menyaksikan perang yang semakin sengit.

Untuk mengatasi semua problem ini, harus ada di negri ini seorang publik figur yang secara objektif bisa melerai, bisa menanamkan keyakinan dalam taman hati Polri dan KPK tentang indah kebersamaan dan tentang betapa pentingnya bekerjasama untuk saling memikirkan cara memberantas koruptor-koruptor.

Demi terciptanya indonesia yang sejahtera, sudah saatnya negara Indonesia bercermin pada pendidikan pesantren di mana Bapak Kiai (Pemimpin/Pengasuh) menjadi publik figur yang kata dan perbuatannya selalu diikuti oleh para santri binaannya.

O8 November 2009

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.