AL-QUR’AN BUKAN PRODUK MANUSIA

Kalau memang benar Al-Qur’an adalah produk manusia maka akan terjadi banyak kesalahan dan pertentangan di dalamnya.

Untuk menjawab isu yang berkembang, yang menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah produk manusia maka dengan tegas Allah berfirman dalam kitab suci al-Qur’an yang artinya, “dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba kami  (muhammad) maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. (surat al-Baqoroh:23).

Demikianlah dengan gamblang bantahan diberikan kepada siapa pun yang meragukan Al-Qur’an, lantas masihkah kita akan berdalih menyangkal dalil tersebut dan berusaha membuat surat sendiri. semua itu kembali kepada diri masing-masing karena setiap manusia memiliki nurani. Dan setiap manusia berhak memilih apa pun dengan konskuensi yang akan diterimanya sendiri.

Al-Amien 6 November 2009

9 Komentar

  1. ibrims said,

    November 6, 2009 pada 7:38 am

    benarkah al-quran bukan pproduk manusia? Kalau bukan produk manusia, lalu yang nyetak di percetakan siapa dunk..?

    Kayaknya kurang penjabaran ataupun dalil-dalil yang menguatkan dalam tulisan kamu ini Ron..🙂

  2. November 6, 2009 pada 8:11 am

    memang yang mencetak adalah manusia tapi itu adalah murni buatan Tuhan, silahkan bisa dibuka sendiri dalilnya dalam al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 23.

  3. ilenk said,

    November 6, 2009 pada 8:48 am

    maksudnya Al quran itu isinya kandungan ayat ayatnya semuanya ajaran yg termaktub didalamnya mulai surat awal sampai akhir juz 1 sampai 30 adalah merupakan kumpulan dari firman Allah yg diberikan kepada nabi Muhammad saw.

    jadi susunan surat maupun isinya itu memang dipercaya datangnya dari Allah YMK.

    ya kalau yang mencetak menjadi tulisan awalnya para sahabat nabi, lalu sesuai dng perkembangan zaman ya pake mesin cetak, sekarang sudah era digital ya pake digital komputer dll.

    namun yg perlu dicatat adalah isi kandungan bentuk posisi bunyi ayat itu dari sejak diturunkan sampai sekarang ya tetep ndak brubah, ndak bertambah ndak berkurang , walau penegrtiannya secara harfiah telah dikaji diulang beribu ribu oleh ahli tafsir, fiqih dan lsb.

    begitu urun rembugku

    • November 6, 2009 pada 9:06 am

      makasih Ilenk atas sumbangan pemikiranmu, baiklah saya akan tanggapi,kl susunan dan isi al-Qur’annya takkan pernah berubah sampai kapan pun hanya percetakannya yang berubah dari masa ke masa dan tempat dicetaknya. karena isi al-Qur’an sudah terjamin keabsahannya tanpa batas waktu sebab itu janji rabb yang maha satu

      • rifai said,

        November 6, 2009 pada 11:51 am

        al-qur’an memang bukan produk manusia, tapi yang mengumpulkan dan yang meracik adalah manusia sehingga terbentuk sebuah mushaf al-qur’an.

  4. November 6, 2009 pada 12:55 pm

    “inna nazzalnaddzikra wa inna lahu lahafidzun” kami yang menurunkan al-Qur’an maka kami pula yang akan menjaganya, demikianlah firman Allah dalam kitab suciNya.
    Maka tidaklah mengherankan al-Qur’an takkan pernah menimbulkan perbedaan isi dan susunannya, mulai dulu tanpa batas waktu.

  5. November 6, 2009 pada 3:48 pm

    Persoalan lain, Al-Quran adalah bahasa arab. Sebelum datngnya Al-Quran bhs arab sdh ada. maka, apakah Al-Quran itu memang tefirmankan kpd Muhammad dg bhs arab demikian?kalau memang demikian, bukankah tuhan meniru bahsa spt manusia/muhammad?kalu memang bukan, buknkah berarti bahsa arab itu bhs Muhammad, bukankah muhammad mansuia?

  6. November 7, 2009 pada 9:50 am

    comen untuk saudara Ali,Qur’an memang diturunkan dalam bahasa arab, rujukan dalilnya bisa anda baca di surat yusuf ayat 2-3, yang artinya,””sesungguhnya kami menurunkan al-Qur’an dengan bahasa arab agar kamu memahaminya. Kami ceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. kepadamu !” terimaksiah atas comen anda dan kalau boleh saya usulkan sebaiknya pernyataan Tuhan meniru bahasa manusia itu diralat sebab yang menciptakan tentu lebih paham tentang keadaan ciptaanNya. sekian dan terimakasih.

  7. el-zhay said,

    November 8, 2009 pada 11:35 am

    kuntu mu’minan billah, bimalaikatihi, bikitabihi, birosulihi, biyaumil akhir, wa bi qadla’i wal qodr…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: